Aku bukan sesiapa,
Aku hanya menulis,
Kalau kau rasa pelik,
Itulah aku didalamnya.
Kalau tak diterima,
Tak mengapa.
Pergilah kau.
Tapi,
Aku tetap disini menulis apa yang dirasa.
Itu yang pasti.
Aku bukan sesiapa,
Aku hanya menulis,
Kalau kau rasa pelik,
Itulah aku didalamnya.
Kalau tak diterima,
Tak mengapa.
Pergilah kau.
Tapi,
Aku tetap disini menulis apa yang dirasa.
Itu yang pasti.
Kalau jiwa bisa berkata,
Kemana tuan mahu pergi,
Kalau jiwa bisa berkata,
jangan kau lari seorang diri.
Berlari-lari anak,
Mencari jalan yang pasti.
Jangan pernah kau lupa,
Kita ini hanya pinjaman.
Sekali berjalan lihatlah kesisi mu
Jangan mendongak membuta-tuli.
Kalau kau sesat jangan berhenti,
Teruslah kau mencari cahaya,
Akan muncul hari itu nanti,
Jangan pernah kau putuskannya.
Ingatlah.
Cinta-Nya kepada mu tidak pernah hilang,
Akan Dia nanti kepulanganmu kepada Dia,
Merangkak,
Berjalan,
Berlari,
Kau untuk mendapat cinta-Nya.
Ya Rabbi segalanya.
Aku menulis dengan perasaan,
Apa yang tertulis itu yang dirasa,
Bukanku reka tapi realitinya,
Harap dapat diterima.
Mereka,
Pernah sekali hadir dalam hidupku,
Menerangi kala malamku,
Memenuhi di segenap mindaku.
Mereka,
Mencintai aku seadanya,
Menyayangi aku sepenuh kasih,
Namun kini semuanya sudah berakhir,
Tamat sudah cerita aku bersama mereka.
Walau terasa sekejap sungguh kehadiran itu,aku akur,
Tiada yang menyayangi mereka lebih dari ALLAH S.W.T.
Yang hidup akan kembali jua kepadaNYA suatu hari nanti.
Kenangan itu kekal disini,
Bersamaku,
Kadang aku terlupa,
Tapi sekarang jiwa aku merintih,
Menangis sepi keseorangan.
Malam yang hiba menemaniku,
Lagi tidak berbintang,
Hanyalah awan-awan gelap.
Aku rindu gelak-tawa itu,
Aku rindu belaian itu,
Aku rindu nasihat itu,
Aku rindu panggilan itu,
Kini hanya doa yang dapat kusampaikan,
Untuk menerangi kotak sempit itu.
Hinanya kita bila terlalu memandang dunia adalah segalanya.
Kita lupa asal-usul kita?
Kita lupa janji-janji kita?
Dunia bukanlah untuk selamanya,
Akhirat abadi selamanya.
Manusia-manusia.
Sudah menjadi janji Syaitan yang di rejam,
untuk menghancurkan cucu-cicit Nabi Adam,
Kita terlalu leka,
Dibuai mimpi indah duniawi.
Aku masih lagi disini,
dengan minda yang terbuka,
untuk jiwa ini,
aku sekadar biasa.
Ini bukan pertama kalinya,
tapi ini yang aku mahu,
aku lebih baik dengan ini,
lagi aku menyintainya.
Aku anggap inilah permulaannya,
setiap kata-kata yang berjiwa,
terobat jiwa ini seketika,
baca,dengar,tulis itu yang aku mahu.
Masih biasa.